Pembibitan, Tanam dan Merawat Bunga Fuchsia

Pembibitan, Tanam dan Merawat Bunga Fuchsia

Bunga hias – Tanaman hias bunga fuchsia ungu ini adalah jenis tanaman berbunga yang dapat tumbuh sempanjang tahun. Tanaman berbunga ini juga digunakan untuk tanaman tanam atau tanaman pot yang berkategori softcape.

Bunga fuschsia memiliki nama latin Hardy fuchsia atau Fuchsia magellanica merupakan jenis tanaman yang sub-semak dan dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter.

Pembibitan, Tanam dan Merawat Bunga Fuchsia

Bunga Fuchsia ini memiliki bentuk bunga bulat lonjong dan menggantung mirip dengan anting sehingga disebut dengan bunga anting. Bunga lampion ini berwarna perpaduan antara merah muda dan ungu.

  • Klasifikasi ilmiah Bunga Lampion
  • Kingdom: Plantae
  • (tidak termasuk): Angiospermae
  • (tidak termasuk): Eudikotil
  • (tidak termasuk): Rosidae
  • Ordo: Myrtales
  • Famili: Onagraceae
  • Genus: Fuchsia

Keindahan bunga lampion ini membuat banyak pecinta tanaman hias membudidayakan bunga ini. Berikut cara menanam dan merawat bunga lampion:

Cara Pembibitan Bunga Lampion

Pembibitan bunga lampion dapat dilakukan dengan perbanyakan rumpun. Caranya yaitu dengan memisahkan rumpun tunas yang akan dijadikan bibit dari rumpun indukan. Pisahkan rumpun dengan hati-hati agar akar dan batangnya tidak rusak. Setelah itu, bibit dapat langsung di tanam atau di simpan bibit pada tempat yang lembab dan basah belum sempat ditanam saat itu juga.

Cara Menanam Bunga Lampion

Siapkan terlebih dahulu media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1. Jika media tanam sudah siap, masukan media tanam tersebut ke dalam pot atau polybag tanam lalu tanam bibit bunga lampion. Patikan akar dan pangkal bibit bunga lampion tersebut tertanam dengan baik agar pertumbuhan tanamn nantinya tidak terganggu. Agar tanaman bunga lampion tidak mudah roboh, maka sedikit padatkan media tanam disekitar panga akar bunga tersebut.

Cara Merawat Bunga Lampion

Karena bunga lampion tidak begitu menyukai air yang berlebihan, untuk itu penyiraman dapat dilakukan seperlunya saja atau apabila media tanam sudah terlihat kering. Selain penyiraman, agar tanah atau media tanam tetap subur, maka lakukan pemupukan. Pemupukan tersebut dapat dilakukan minimal setiap 2 bulan atau 2,5 bulan sekali.