Jenis dan Manfaat Bunga Krisan

Bunga krisan siapa yang tidak jatuh cinta melihatnya? Warnanya yang memikat dan baunya yang semerbak membuat tanaman dari keluarga Asteraceae menyempurnakan segala jenis taman, baik taman kecil atau taman minimalis. Bunga yang berasal dari daratan Eropa Timur Laut dan Asia, dapat bertahan dua minggu setelah dipetik dan diletakkan dalam vas berisi sedikit air. Maka tidak heran bila bunga krisan juga dijadikan bunga potong sebagai hiasan acara pernikahan dan sebagai karangan bunga.

Manfaat Bunga Krisan Untuk Kesehatan

Masyarakat Jepang punya kebiasaan minum teh yang dicampur bunga krisan. Sebuah kebiasaan yang menyehatkan, karena teh bunga krisan ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, niacin, folat, protein, kalsium, zat besi, dan magnesium.

  • Menjaga kekebalan tubuh
  • Menurunkan demam
  • Membersihkan racun (detoksifikasi) hati untuk memperbaiki kinerja organ tubuh ini
  • Mengatasi penyakit akibat gangguan pernafasan
  • Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  • Menghilangkan kerawat, sehingga wajah terlihat lebih sehat dan cantik
  • Meringankan sakit kepala dan stres.

Jenis – Jenis Bunga Krisan

Berdasarkan kebutuhan pemanfaatannya, bunga krisan dibedakan menjadi bunga krisan pot dan bunga krisan potong. Harga bunga krisan potong bisa mencapai Rp 120.000 – Rp 140.000/tanaman yang sudah jadi. Sedangkan harga bunga krisan potong sangat terjangkau, yaitu antara Rp 13.000 sampai Rp 24.000/pot yang sudah siap tanam. Sedangkan harga bibit/benih bunga krisan juga bervariasi, antara Rp 10.000 sampai Rp 14.000/paket. Saat ini juga telah ditawarkan bibit bunga krisan tiga warna yang didatangkan dari luar negeri dan harganya juga jauh lebih mahal, yaitu mencapai Rp 50.000/paket.

Agar dapat tumbuh dengan baik dan bunganya mengagumkan, tanaman perlu dirawat. Perawatan tanaman di sini bukan hanya disiram saja, tapi juga pemupukan dan pemotongan (pinching).

  • Penyiraman
    Cara penyiraman yang baik adalah secukupnya dan jangan sampai air tergenang, karena akan menyebabkan akar membusuk. Bunga krisan cukup disiram satu kali dalam sehari. Penyiraman dilakukan pada pagi hari agar air bisa menguap di siang harinya. Hindari menyiram tanaman di sore, malam, dan siang hari. Penyiraman di sore atau malam hari bisa menyebabkan tanaman krisan terserang penyakit. Sedangkan penyiraman di siang hari akan mengganggu proses foto sintesis tanaman.
  • Pemupukan
    Tanaman krisan tidak perlu terlalu sering dipupuk, apalagi bila Anda sudah mencampur media tanam dengan pupuk. Dua bulan setelah penanaman, pupuk bisa ditambahkan dengan interval waktu satu bulan sekali.
  • Pemotongan
    Pinching atau pemotongan perlu dilakukan bila Anda menanam krisan sejak masih berupa bibit. Bila Anda membeli bunga krisan jadi dalam pot, pinching tidak perlu dilakukan karena sudah dilakukan oleh penjualnya. Pinching sebaiknya dilakukan sejak tanaman krisan mulai mengeluarkan kuncup. Gunakan gunting tanaman untuk memotong setengah bagian kuncup bunga. Lakukan hal ini seminggu sekali sampai di pertengahan musim kemarau.