Informasi Mengenai Bunga Wisteria Sinensis

Wisteria sinensis (Chinese wisteria) adalah tanaman berkayu keras, merambat, menahun dalam genus Wisteria. Berasal dari China dengan wilayah pesebaran dari provinsi Guangxi, Guizhou, Hebei, Henan, Hubei, Shaanxi, and Yunnan. Meski tanaman ini tergolong tanaman merambat, Wisteria bisa diperlakukan dan dibentuk menjadi pohon berbunga rimbun dengan puncak landai.

Wisteria dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 20 – 30 meter jika diberi penyangga yang membentuknya menjadi pohon atau melilitkannya pada penyangga sesuai keinginan. Daun Wisteria berkilat, hijau terang, dengan panjang tangkai dapat mencapai 10-30cm, dengan 9 sampai 13 helai daun pada setiap tangkainya. Bunganya berwarna Putih, Violet atau Biru, dengan untaian bunga sepanjang 15 cm – 20cm yang muncul di musim semi pada pertengahan bulan Mei, dan menyebarkan harum yang serupa wangi anggur. Meski untaian bunganya lebih pendek jika dibandingkan dengan jenis Wisteria Floribunda (Japanese Wisteria), tapi Wisteria Sinensis memiliki jumlah untaian bunga lebih banyak dan rimbun. Biji Wisteria datar seperti kepingan koin, berwarna kecoklatan, dan berada didalam pod buahnya yang serupa dengan kacang polong tapi lebih panjang sekitar 5 cm – 10 cm. Buah Wisteria masak pada musim panas dan kulit buah akan membuka untuk melepaskan biji-bijinya, akan tetapi mutu germinasi biji wisteria tergolong rendah dengan jumlah biji yang sedikit.

Di USA, Wisteria dapat tumbuh didaerah panas dengan zona tumbuh dikelompokkan dalam skala 5-9, dan membutuhkan tanah atau media tanam yang porous. Wisteria dapat tumbuh dibawah naungan, tapi bunga hanya akan muncul begitu terekspose sinar matahari sebagian atau terpapar sinar matahari penuh, Wisteria juga hanya akan berbunga setelah melampaui usia pertumbuhan dan masuk usia dewasa, masa transisi yang di negara-negara 4 musim dapat mencapai 20 tahun, m\rata-rata 3 sampai 15 tahun, namun Wisteria dapat tumbuh hingga berusia ratusan tahun.

Seluruh bagian Wisteria mengandung zat glycoside yang disebut juga wisterin yang merupakan zat beracun, jika termakan akan mengakibatkan mual, muntah, sakit perut, dan Diare. Wisteria sering membuat anak-anak dibanyak negara keracunan karena tanpa sengaja memakan bijinya dan menyebabkan sakit perut yang parah (gastroenteritis).

Wisteria diperkenalkan dari China ke Eropa dan Amerika Utara pada tahun 1816 dan berhasil menjadi salah satu tanaman ornamen merambat terpopuler untuk taman dan perumahan dengan kebiasaan berbunganya yang mengagumkan, akan tetapi tanaman ini menjadi sangat invasive dibeberapa wilayah terutama wilayah Amerika TImur yang memiliki iklim yang hampir serupa dengan China yang merupakan kampung halaman tanaman mengesankan ini