Informasi Jenis Tanaman Hias Daun Kadaka

Informasi Jenis Tanaman Hias Daun Kadaka

Tanaman paku-pakuan yang biasa disebut paku sarang burung ini merupakan jenis asplenium yang kosmopolit, yakni paling banyak ditemukan. Melihat tanaman kadaka ini serasa berada di daerah pegunungan yang sejuk dan lembab. Kesan ini lebih menguat saat kita melihat daunnya yang seperti dilapisi oleh lilin, sosoknya yang menyerupai sarang burung, menempel di batang dan cabang tanaman yang menambah kesejukan dan kesegarannya. Suasana tersebut dapat juga diciptakan di lingkungan sekitar tempat tinggal dengan cara menanam kadaka atau si sarang burung (Asplenium sp) ini.

Tanaman paku-pakuan ini bisa ditanam dengan cara ditempel pada batang, dinding tembok atau di dalam pot. Jika kadaka ditanam di dalam pot, daun-daunnya akan tumbuh merata ke segala penjuru arah mata angin. Ia menyukai tempat teduh. Tanaman yang ditempatkan di teras rumah atau dalam rumah, tumbuh kembangnya bagus.

Menanam kadaka atau si sarang burung (Asplenium sp) terbilang mudah. Tanaman ini hanya butuh tempat yang teduh dan kelembaban media tanam juga terjaga. Tanaman yang tumbuh dengan baik akan siap menampilkan pesonanya yang memikat. Selain kesegarannya, keindahannya juga bisa dinikmati.

Tak Suka Panas dan Lembap. Sekilas fisik tanaman ini sudah menarik hati. Daunnya seperti pakis namun berumbai. Bukan tercabik oleh perlakuan yang tak layak, justru pinggir daun tak beraturan alami itulah yang membuatnya semakin mencuri perhatian.

Bila dirawat dengan benar, keluarga paku yang satu ini bisa mencapai panjang daun 40 sentimeter dan tinggi hingga setengah meter. Sebagai tanaman paku-pakuan, kadaka memiliki fisik yang tahan meski berada dalam ruangan. Ini juga dipengaruhi oleh karakter kadaka yang tidak begitu menyukai panas terik matahari.

Bila diletakkan sebagai tanaman outdoor , kadaka tumbuh dengan baik bila diberikan paranet dengan intensitas cahaya 50 persen sinar matahari. Cahaya matahari yang tidak terlalu banyak ini akan membuat warna daun kadaka menjadi hijau muda segar. Sedangkan bila terpapar sinar matahari terlalu banyak, warna daunnya akan berubah menguning.

Meski tidak menyukai suasana terik, bukan lantas tanaman asplenium ini menyukai kelembapan. Justru untuk penyiraman, harus benar-benar memperhatikan proporsi air. Kadaka yang tidak menyukai media terlalu lembap ini sebaiknya cukup disiram 3 hari sekali atau saat media tanam sudah terlihat kering saja.