Fakta Dibalik Keindahan Bunga Edelweis

Fakta Dibalik Keindahan Bunga Edelweis

Bunga hias – Bunga Edelweis atau bunga yang dikenal dengan nama latin leontopodium Alpinum merupakan bunga yang menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang mendaki gunung, khususnya di Indonesia.

Bunga edelweis di Indonesia berbeda dengan bunga edleweis di dataran Eropa. Di Indonesia, edleweis dikenal juga dengan nama javanese edelweis atau edelweis jawa atau bunga senduro.

Bunga ini merupakan tumbuhan edemik yang tumbuh di daerah pegunungan dan beberapa gunung terkenal dengan bunga edelweisnya di Gunung Gede, Gunung Rinjani dan Gunung Merbabu.

Terkenal karena keindahannya dan tak mudah layu, edelweis menyandang julukan sebagai bunga abadi. Namun banyaknya orang yang memetik edelweis untuk dijadikan oleh-oleh menjadikannya terancam punah.

Berikut beberapa fakta tentang edelweis :

1. Edelweis hanya bisa tumbuh di daerah pegunungan

Bunga edelweis biasanya tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ke atas, juga tergantung dengan suhu udara dan kelembapan pada ketinggian tersebut. Sehingga membawaya turun tentu hanya akan membuat bunga ini layu dan mati.

2. Kenapa bunga abadi?

Hal itu disebabkan karena di dalam bunga edelweis terkandung hormon yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga yaitu hormon etilen. Degan ini edelweis pun dapat mekar sampai 10 tahun lamanya.

3. Dijadikan simbol dan logo

Bunga edelweis yang tersebar di beberapa dataran tinggi Eropa kerap dijadikan simbol dan lambang, seperti simbol di koin dan logo sebuah lembaga. Di Indonesia sendiri, bunga edelweis Jawa pernah dijadikan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia di tahun 2003.

4. Kini bisa dibudidayakan

Saat ini bunga edelweis bisa dibudidayakan terutama di daerah dataran tinggi. Contohnya berada di dataran tinggi Dieng. Kamu bisa menemukan dan membeli bunga edelweis yang dibudidayakan oleh para petani.

Biasanya dibudidayakan dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya serta ditanam di media tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH (keasaman tanah) antara 4-7.

5. Edelweis dilindungi undang-undang

Edelweis dilindungi undang-undang

Sejatinya sudah banyak yang paham bahwa mencabut dan membawa edelweis turun dari gunung adalah tindakan yang tidak diperbolehkan. Dan setiap tempat pendakian telah memasang aturan untuk mengimbau agar para pendaki tidak memetik edelweis, namun masih banyak yang tak menghiraukan.

Selain melanggar kode etik pendakian gunung, mencabut edelweis pun bisa terancam hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

6. Edelweis terancam punah

Pada 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir bunga edelweis. Sementara itu di daerah Bromo edelweis dikabarkan telah punah.

7. Tempat terbaik melihat edelweis

Tempat terbaik melihat edelweis

Tegal Alun Gunung Papandayan disinyalir sebagai tempat terbaik untuk melihat bunga edelweis. Total luas Tegal Alun berkisar 32 hektar dan hampir di seluruh area bisa didapati bunga edelweis tumbuh mekar secara alami. Alun-alun Suryakencana dan Lembah Mandalawangi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pun memiliki hamparan bunga edelweis yang luas.

Jika kamu ingin menunjukkan keindahan bunga edelweis, jangan bawa bunga itu turun dari gunung, namun  ajaklah orang-orang untuk melihat langsung keindahan edelweis dari atas gunung.

Keindahan bunga edelweis yang sebenarnya adalah saat tangkainya bergoyang ditiup angin dan bukan ketika  edelweis berada di tangan kamu.