Cara Menanam Bonsai Wisteria

Cara menanam Bonsai Wisteria berbeda dengan cara menanam bonsai oleander. Karena bonsai oleander dilakukan dengan stek batang, sedangkan cara menanam bonsai Wisteria dilakukan dengan menanam biji dari bonsai tersebut. Berikut ini akan dijelaskan cara menanam bonsai wisteria.

1. Pemilihan Bibit

Cara menanam bonsai Wisteria di langkah awal yang dapat dilakukan adalah memastikan bonsai ini dapat tumbuh dan berakar terlebih dahulu. Maka dari itu harus dapat memilih bibit yang memiliki kualitas yang bagus.

Bibit yang diambil dari biji yang sudah kering, sama halnya dengan cara menanam jambu bol dari biji yakni menggunakan biji yang sudah kering. Namun bedanya, cara menanam jambu bol dari biji dilakukan pengeringan secara manual dengan menunggu waktu 1 sampai 3 hari, berbeda dengan bonsai wisteria yang mana bijinya sudah kering sebelum jatuh dari pohonnya.

2. Penanaman Awal

Langkah selanjutnya, setelah dipastikan biji tadi sudah kering dan memiliki kualitas yang bagus. Langkah selanjutnya untuk cara menanam bonsai wisteria adalah melakukan penanaman awal. Penanaman awal dilakukan dengan media tanam yang berupa kapas terlebih dahulu.

Biji yang sudah kering direndam terlebih dahulu didalam air selama kurang lebih 1 x 24, langkah juga dilakukan untuk cara menanam cabe di kapas. Langkah seperti ini juga bisa digunakan untuk melakukan proses penanaman terhadap beberapa jenis tanaman, salah satunya yakni cara menanam bonsai carnation dari biji.

Dan jangan lupa, akan lebih baik jika biji yang akan direndam ke dalam air, di bersihkan terlebih dahulu kulit luarnya menggunakan alat pemotong kuku (bisa menggunakan alat yang untuk menghaluskan kuku). Pembuangan kulit luar tidak usah terlalu dalam, cukup dengan berganti warna kulit luar.

Setelah biji terendam air selama 1 x 24 jam (ada juga yang menyatakan cukup 12 jam saja), buang air perlahan dan pindahkan biji bonsai wisteria ke media kapas yang sudah disiapkan. Kemudian pastikan kapas yang akan menjadi media tanam lembab, tidak terlalu kering maupun terlalu basah. Bisa dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan pada kapas tersebut.

Alternatif lainnya, anda dapat menggunakan tanah dan pot sebagai media tanamnya. Langkah-langkahnya masih sama, hanya saja biji yang telah di rendam dalam air dapat dipindahkan ke dalam pot yang sudah terisi tanah.

3. Menyimpan Biji Didalam Kulkas

Cara menanam bonsai wisteria sangat berbeda dengan cara menanam bonsai matahari hidroponik. Meskipun sama-sama dilakukan dengan penanaman biji, akan tetapi pelaksanaan penanamannya berbeda. Bukan karena media tanamnya, melainkan proses penanamannya.

Biji bonsai matahari yang sudah kering, dapat langsung ditanam di tanah dan menunggu hanya minimal hitungan hari atau minggu untuk bisa menumbuhkan daunnya. Sedangkan cara menanam bonsai wisteria terbilang lama dan agak ribet. Cara menanam bonsai wisteria selanjutnya yakni :

Setelah biji berada didalam kapas, yang mana kapasnya juga berada didalam sebuah tempat (bisa menggunakan gelas plastik). Kemudian anda harus menutup gelas platik tersebut rapat-rapat. Biasanya penutupan ini menggunakan plastik, kemudian masukkan gelas plastik yang sudah tertutup berisikan kapas sebagai media tanam biji wisteria ini ke dalam kulkas. Waktu yang diperlukan sekitar 2 hingga 3 bulan agar biji bisa menumbuhkan tunasnya.

Hal serupa juga harus anda lakukan yang menggunakan media tanam tanah. Karena dengan cara membungkus pot, bisa menghindarkan biji dari hama tanaman. Waktu yang dibutuhkan sekitar 2 minggu agar biji bisa mengeluarkan tunasnya. Cek terus mengenai perkembangan biji. Jika didalam pot, tidak perlu ada mengambil biji yang sudah tertanam didalam tanah. Cukup anda melihat apakah tunas sudah tumbuh atau tidak.

Bagi anda yang menggunakan media tanam kapas, pengecekan harus dilakukan secara rutin. Jika terdapat jamur di bagian biji bersihkan menggunakan tisu saja. Jamur tersebut termasuk dalam kategori hama tanaman Akan tetapi, cara mengatasi hama tanaman dengan pestisida alami tidak diperbolehkan. Karena dapat merusak biji.

4. Melakukan Pemindahan

Jika anda telah melihat tunas yang berupa akar tumbuh, jangan terburu-buru untuk memindahkannya. Anda dapat membiarkannya tetap berada didalam kulkas untuk 1 hari lagi. Kemudian memindahkannya pada media tanam pot. Ini yang dapat anda lakukan jika menggunakan media tanam kapas sebagai langkah awal.

Akan tetapi, jika media tanam pot yang anda gunakan, anda dapat membuka pembungkus pot jika tunas telah muncul. Dan hindarkan tunas yang baru muncul tersebut dari paparan sinar matahari langsung. Usahakan tempatkan pada tempat yang teduh. Karena bonsai Wisteria lebih suka dengan suhu lembab dibandingkan panas.

5. Berikan Media Bantuan Untuk Merambat

Perlu diketahui bahwa bonsai wisteria ini merupakan bonsai yang hidupnya dengan cara merambat. Jadi, setelah tunas tumbuh menjadi semakin besar dengan menghasilkan ketinggian pohon sekitar 1 meter, anda dapat menempatkan kayu atau alat penyangga sebagai media perambatan bonsai wisteria.

Anda dapat membentuk media perambatan bonsai ini sesuai keinginan anda, sehingga kebun anda bisa nampak cantik dengan dihiasi bonsai wisteria pada saat musim berbonsai.

6. Melakukan Perawatan

Cara merawat tanaman hias yang satu ini tidak jauh berbeda dengan tanaman hias yang lainnya. Cara menanam bonsai wisteria bisa ditempatkan pada tempat-tempat terbuka. Yang tidak terlalu terkena angin kencang. Bunga wisteria memerlukan setidaknya 5 hingga 6 jam paparan sinar matahari. Selain itu, bonsai wisteria juga bisa hidup dalam suhu maksimal 20 derajat celcius dan minimal 10-15 derajat celcius.

Dari segi penyiraman, wisteria dapat disemprotkan air hangat. Dan kebutuhan air yang diperlukan haruslah cukup. Tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah. Karena jika terlalu berlebihan, akan mengakibatkan kerusakan pada wisteria.

Pada musim panas, wisteria membutuhkan air yang lumayan banyak sehingga anda dapat menyiramkan setiap hari. Akan tetapi, pada musim dingin penyiraman harus dikurangi. Berikan juga pupuk mineral kompleks untuk bisa menghasilkan rangsangan pertumbuhan berbonsai. Selain itu, pada saat berbonsai, harus dilakukan pemotongan terhadap beberapa bonsai yang sudah kering ataupun layu.