Cara Membuahkan Tanaman Kacang Amazone

Cara Membuahkan Tanaman Kacang Amazone

Secara fisik, sekilas penampakan kacang amazone ini mirip dengan melinjo, tanaman asli Indonesia yang biasanya dibuat emping atau menjadi campuran sayur asam. Tapi jika diperhatikan, tanaman ini tentu saja memiliki susunan daun, batang dan buah yang berbeda. Sosok buahnya agak lebih besar dari melinjo, warnanya merah tua saat matang, yang lebih unik ternyata ia punya rasa yang khas, yakni seperti perpaduan selai kacang dan ubi jalar, serta tekstur daging buahnya seperti mentega. Mungkin karena lembek seperti mentega tanaman ini di luar negeri disebut peanut butter fruit. Walaupun buah tidak mengeluarkan wangi yang harum, namun buah yang sudah matang dan sekaligus bijinya bisa dimakan.

Buah kacang amazone yang masih mentah berwarna hijau, lalu mendekati matang berwarna orange, dan saat matang berwarna merah. Perpaduan warna ini menjadikan tanaman ini menjadi indah dipandang mata.

Tanaman ini memiliki warna daun berbeda dari ujung tangkai hingga pangkalnya.Namun berdasarkan hasil pengamatan, semua daun kacang amazone dari ujung hingga pangkal berwarna sama, yaitu hijau sedang. Bentuk daun berbentuk oval dan terlihat tebal, dengan tulang daun berbentuk menyirip, serta sisi daun bergelombang. Tentu saja ciri-ciri daun seperti ini berbeda dengan melinjo yang berdaun tipis dan berbeda warna dari pangkal hingga ujung tangkai. Namun daun tidak terlihat lebat.

Ia termasuk tumbuhan berkayu, namun batang tidak tumbuh membesar dan tumbuhan ini bisa hidup dengan mencapai ketinggian 5 hingga 20 meter. Ia pun dapat dikembangbiakan dengan stek maupun cangkok. Nah, selain dapat dimakan, ia pun cocok dijadikan tanaman yang bisa memperhias pekarangan, karena buahnya yang indah ber warna-warni, lho!

Bagi Anda yang tertarik menanam kacang amazone dalam media pot alias tabulampot, Anda bisa membeli bibit tanaman hasil cangkokan di penangkar buah. Media tanam kacang ini bisa menggunakan tanah biasa atau tanah humus. Anda pun bisa menanamnya di dalam pot berukuran > 60 cm.

Selain itu perawatannya mudah kok, Anda hanya cukup memberi pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 2 sendok makan setiap 3-4 bulan sekali. Setelah tanaman tidak mengeluarkan pucuk baru, lakukan pemupukan kaya unsur PK sebanyak 5-15 gram yang diencerkan dengan 5 liter air hingga tanaman berbuah.