Bunga Red Spider Lily dan Cerita Menyedihkannya

Bunga Red Spider Lily dan Cerita Menyedihkannya

Bunga hias – Bunga Red Spider Lily atau yang biasa disebut dengan nama higanbana di Jepang, merupakan bunga yang berkaitan dengan kematian, meski secara fisik, bunga ini memiliki warna dan tampilan yang cantik.

Bunga Red Spider Lily dan Cerita Menyedihkannya

Bunga red spider lily mekar di akhir musim panas atau musim gugur, biasanya sekitar bulan September. Namun higanbana juga tumbuh subur jika curah hujan tinggi. Karena ‘akrab’ dengan hujan lebat itulah kadang higanbana juga disebut lili badai.

Higanbana memiliki nama latin Lycoris radiata bukan bunga asli dari Jepang. Tanaman tersebut berasal dari daratan China, Korea. Bunga ini kemudian masuk ke Jepang dan tumbuh subur di Kepulauan Ryukyu.

Dalam klasifikasi makhluk hidup, Red Spider Lily ini termasuk dalam kelompok berikut ini.

Kingdom : Plantae
Division : Angiosperms
Classis : Monocotyledon
Ordo : Asparagales
Family : Amaryllidaceae
Genus : Lycoris
Species : Lycoris Radiata

Bunga ini tumbuh di tempat dan suhu yang lembab. Tidak bisa hidup di musim panas. Biasanya berbunga pada bulan Agustus-September di akhir musim panas atau musim gugur. Berbunga sebelum daunnya muncul semua dengan tinggi batang 30-70 cm.

Higanbana memiliki umbi yang beracun. Racun tanaman ini cukup berbahaya, karena itulah para petani biasa menanamnya di pinggir sawah. Tujuannya adalah untuk mencegah tikus dan berbagai jenis hama lain mendekati padi.

Lambat laun warga Jepang juga mulai menanam higanbana di sekitar makam. Saat itu warga Jepang belum terbiasa dengan prosesi kremasi seperti sekarang. Dengan menanam higanbana, diharapkan bunga-bunga tersebut akan mencegah hewan buas memangsa jasad manusia yang masih segar. Dari sanalah awalnya higanbana dikait-kaitkan dengan kematian.

Warga Jepang biasa merayakan equinox musim gugur dengan bunga higanbana. Mereka menjalankan ritual upacara di makam leluhur dan menanam higanbana di dekat kuburan sebagai bentuk penghormatan.

Selain kematian, higanbana juga terkait erat dengan perpisahan. Sebagian warga Jepang percaya kalau melihat seseorang untuk terakhir kalinya, bunga-bunga higanbana akan bermekaran di sepanjang jalan.